SABAR DAN NIKMATILAH PROSESNYA!

21 Feb

“Sabar saja, dan nikmati prosesnya!”

Entah kenapa saya jadi suka mengucapkan dan mendengar kalimat tersebut keluar dari kedua belah bibir saya. Pernah saya sampaikan kata-kata tersebut untuk menasihati sahabat dekat saya, dan akhirnya pernah pula kata-kata tersebut dikembalikan kepada saya oleh orang yang sama. Dan sejak itulah saya secara sadar menjadi suka memperdengarkannya sendiri.

Memang kalimat ini tergolong “sakti”. Relevan sepanjang masa dan pas bagi siapa saja. Entah terinspirasi dari mana saya bisa menggabungkan kata-kata tersebut (jangan-jangan saya dapatkan dari membaca buku, ataukah..seseorang pernah mengucapkannya, saya lupa).

Ada kata SABAR, ada PROSES dan ada NIKMAT. Setelah saya renungkan, bahkan dalam konteks pibadi saja, tidak pernah ada orang yang lepas dari masalah. Masalah akan selalu muncul dalam kehidupan. Ada pepatah bilang “problem is our friend”, karena dia selalu ada di antara kita. Tidak ada teman yang lebih setia membersamai kita kecuali problem.

Jika anda ingin masalah pergi selama-lamanya maka lebih baik mati saja, karena hanya orang mati yang lepas dari masalah. Ups, maaf, bahkan meninggal pun belum tentu anda sudah lepas dari masalah karena jika perbuatan buruk anda lebih banyak daripada perbuatan baik, anda akan diminta pertanggungjawaban di pengadilan Tuhan.

Nah, kata-kata yang sangat akrab dengan masalah adalah SABAR. Aslinya berasal dari bahasa arab, yang walau terdiri dari 3 huruf saja Shad, Ba’ dan Ra’ tapi maknanya sangat luas. Saya rasa tidak ada kata dalam bahasa Inggris yang memiliki karakteristik sesederhana namun sekaligus seluas seperti kata sabar. Apa coba patient, tolerant, lenient, indulgent, tender, sedate, ataukah cool down, cool off? Tolong dong yang belajar ilmu bahasa Inggris.

Saya pernah mengikuti sebuah training yang difasilitasi oleh seorang certified NLP trainer, berpengalaman, di sebuah hotel yang cukup terkenal di daerah Salemba, mengenai manajemen stress. Ternyata selama dua hari penuh hanya diajari untuk menggumam berulang-ulang: “Walaupun saya (sebut salah satu kelemahan kita, misalnya -maaf- berhidung pesek) saya terima saya ikhlas dan saya bersyukur!”.

Jadi kalau kita mengikuti rumus itu, sabar bisa bermakna kita terima masalah itu ada; kita ikhlas dan bersyukur bahwa masalahnya ternyata (hanya) sebesar  itu; bersyukur karena kita masih diberi kesempatan untuk menyelesaikannya; bersyukur karena kita dikaruniai kemampuan untuk mengatasinya semampu kita; dan pada akhirnya menyerahkannya kembali kepada Tuhan. Itulah salah satu makna sabar. Makna sabar dengan rumusan yang lain pasti masih sangat banyak

Selanjutnya ada kata PROSES. Proses ini bisa kerja, bisnis, belajar, apa saja.  Orang yang terlalu berorientasi kepada hasil kadang tidak menghargai mahalnya sebuah proses. Padahal proses lah yang membuat kita belajar dan membuat kita semakin matang. Apalah artinya hasil yang luar biasa jika dicapai dengan proses yang buruk. Anda lulus ujian dengan mencontek, anda kaya dari hasil menipu, anda berhasil karena menghasut, memfitnah. Tidak ada artinya sama sekali dari kacamata pembelajaran. Jadikan prosesnya baik dan sempurna. Mulai dari A sampai Z-nya, awal dan akhirnya. Hasil akan mengikuti sejauhmana kesempurnaan proses tersebut. Jikapun meleset, bisa kita perbaiki dengan mudah karena kita sudah belajar banyak dari proses yang rumit di awal.

Terakhir kata NIKMAT. Nikmati, disinilah seninya hidup. Kadang ada orang sibuk, kaya, punya banyak uang tapi dia bingung bagaimana caranya menghabiskan uangnya. Dia tidak punya waktu yang cukup untuk menikmati hasil jerih payahnya. Dia bekerja sepanjang waktu, siang dan malam, sampai keluarganya tak diurus. Bahkan dirinya sendiri terlantar. Hidupnya hancur, dan tiba-tiba pada saatnya datang tubuh menjadi lemah, sakit, dan akhirnya meninggal. Lalu kapan dia menikmati hidupnya. Kapan dia mempersiapkan diri untuk kehidupan berikutnya. Dia bagaikan orang yang lewat sekilas begitu saja.

Sekali lagi di sinilah seninya. Seniman idealis kadang dianggap gila, hidup aneh dengan caranya yang nyentrik tapi mereka bahagia karena bisa menikmati kehidupannya. Penggila mancing kadang disebut manusia kurang kerjaan karena mau-maunya menunggu sekian lama, berjam-jam, hanya untuk ikan yang katakan bisa dibeli dengan mudah di pasar. Tapi disitulah nikmatnya memancing kata mereka. Mereka begitu sabar dan menikmati proses dari apa yang mereka kerjakan.

Apa yang saya tuliskan ini tidak saya maksudkan untuk satu hal tertentu saja. Tapi sangat luas, katakan proses di dunia pekerjaan yang penuh stress, proses di dunia usaha yang berliku, proses di dunia perdagangan yang penuh resiko, proses di dunia pendidikan yang menuntut kesabaran, proses kompetisi sepakbola yang panjang, bahkan mungkin saja proses menuju pernikahan yang susah-susah mudah. Semua hal yang bagi kebanyakan orang kadang dirasakan sebagai proses yang sulit. Tidak semua orang tentunya, karena masing-masing punya pengalaman yang berbeda.

Nah, jika kita kembali kepada kata-kata sabar, proses dan nikmati, maka bisa saya simpulkan bahwa orang-orang yang nikmat hidupnya  adalah yang bisa berkata, “Bismillah, sabar saja dan nikmatilah prosesnya, bro!”atau “sabar ya sayang, mari kita nikmati prosesnya!” dan orang-orang yang bisa menikmati kehidupannya adalah orang yang bahagia tentunya. Dan semua masalahpun bisa ternikmati dan terselesaikan dengan senyuman bahagia.

Harjay, malam di pertengahan bulan Januari

7 Tanggapan to “SABAR DAN NIKMATILAH PROSESNYA!”

  1. taftazani 21 Februari, 2010 pada 9:47 pm #

    kata kunci tuh mas, sabar n enjoy the proses…
    but piye nek baru mau masuk tahap proses wae susahe minta ampun…

  2. mas hqm 21 Februari, 2010 pada 10:26 pm #

    iya betul mas Taftazani, kata kuncinya tiga itu.. masuk proses yang mana nih yang susah?! mungkin ente butuh sedikit usaha ekstra biar segera bisa berproses, *lhoh..ini ngomongin apa sih🙂 *

  3. Andika 22 Februari, 2010 pada 6:55 pm #

    ok tuh mas masalah akan selesai dengan sabar dan tawakkal karena sebenarnya semuanya Tuhan yg ngatur

  4. mas hqm 23 Februari, 2010 pada 7:14 pm #

    mantab bung Andika!! jodoh, rezeki, kelahiran/kematian Dia yang ngatur memang..jadi ya kita tinggal berusaha menjemputnya (ini kata pak Ustadz Jaka…)

  5. Programmer Code 10 April, 2010 pada 8:06 pm #

    Mantap mantap…..

  6. ghy 14 Juli, 2010 pada 9:47 am #

    Hoooo..ternyata ngeblog juga tohh mas yg satu ini..
    ihhh ini kan aku ikut trainingnya..=)
    gmna rasanya jd pengantin baru?ayo di share donggg…aku udah..hehhehe

  7. mas hqm 15 Juli, 2010 pada 9:29 am #

    ghy:

    Hoooo..ternyata ngeblog juga tohh mas yg satu ini..
    ihhh ini kan aku ikut trainingnya..=)
    gmna rasanya jd pengantin baru?ayo di share donggg…aku udah..hehhehe

    Hehe..kan situ yang ngajarin mbak-e angghy,
    kalo pic yg diatas kenal nggak?🙂
    Share pengantin barunya bentar lagi, nunggu inspirasi yg lebih dalam, halah….. (blush)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: