[BOOKS REVIEW] : dari Andrei Aksana hingga Raditya Dika

18 Jul

Dalam sebulan terakhir ini, di sela-sela kesibukan online dan main game, saya sempatkan juga membaca buku. Walaupun sekedar buku ringan tapi lumayan lah menambah koleksi perpustakaan. Buku-buku tersebut antara lain

brontosaurus 1 Cinta Brontosaurus, Raditya Dika : Bacaan ringan menjelang tidur biar cepat ngantuk. Enggak taunya malah jadi telat tidur karena baca buku ini. Efeknya anda bisa ngakak atau minimal ketawa sendiri malem-malem (* gw banget). Isinya mengenai pengalaman cinta Raditya Dika dari mulai TK sampai dia kuliah di Australia. Kelebihannya ada pada gaya bertutur yang ringan, menghibur dan lucu serta ekspersinya yang bebas. Ada umpatan, kadang dengan bahasa Indonesia yang sok gaul, kadang dengan bahasa inggris. Ceritanya sangat mengalir karena merupakan pengalaman pribadi penulis. Kalau anda sedang bete, tidak ada kerjaan dan bosan dengan bacaan yang berat-berat, buku ini bisa menjadi selingan. Bisa dibaca dimana saja, mudah dibawa dan ditenteng karena tipis dan kecil. Harganya sangat terjangkau karena dicetak dengan kualitas minimal, hanya 19.000 rupiah. Kekurangannya ada pada content yang tidak berbobot, bahasa yang kadang terlalu jorok, serta minim nilai pendidikan. Tidak dianjurkan untuk dibaca oleh anak-anak .

brontosaurus 2 Kambing Jantan the komik, Raditya Dika : Bacaan super ringan untuk anda yang malas baca tulisan panjang-panjang. Di dalamnya berisi pengalaman buruknya selama kuliah di Adelaide, Australia. Pengalaman ditaksir gadis korea, ikut Japanese party, bertemu pengelola apartemennya yang menyeramkan, resepsionis apartemennya yang canik, serta teman-temannya dari berbagai bangsa yang aneh-aneh. Kisah yang ada di versi komik ini tidak diceritakan di versi buku dengan judul yang sama, kambing jantan. Mirip dengan karyanya yang lain, anda akan menikmati kekonyolan pengalamannya dengan gembira. Dan satu hal, komik ini akan selesai anda baca dalam sekali duduk. Sangat pas untuk anda tenteng dan di baca sambil nunggu antrian di bank, di WC umum, atau dalam perjalanan naik kereta.

Tapi memang berbeda antara membaca versi tulisan dengan versi komik. Komik tidak sejelas dan segamblang tulisan. Komik, penulis minim kesempatan bermain kata-kata. Untuk membuat pembaca terpingkal harus ada situasi yang pada dasarnya memang lucu dan itupun dengan dukungan gambar yang pas. Jadi kalau diminta menilai lebih bagus mana versi komik dan tulisan, dua-duanya bagus. Tapi saya akan menilai lebih lucu versi tulisan, situasi yang ingin disampaikan penulis lebih tergambar dengan jelas yang versi tulisan (minimal menurut fantasi masing-masing). Tapi bukan berarti buku ini tidak layak dimiliki, karena memang berbeda. Komik memiliki penggemarnya sendiri. Dari tingkat kesulitan jelas jauh lebih sulit membuat cerita bergambar seperti ini.

cover lelaki terindah_AA Lelaki Terindah, Andrei Aksana : Pertama kali tertarik membeli bukunya saat melihat cover-nya yang hitam elegan, stempel “Best Seller”, serta membaca testimoni para pembaca di cover bagian belakang buku. Namun ketika mulai membaca bukunya, surprised juga karena ternyata buku ini berkisah tentang hubungan cinta lelaki sejenis para gay. Akhirnya baru sadar saat itu bahwa cover hitam tadi ternyata bergambar dada bidang dan perut six pack seorang lelaki, hahaha..

Sedikit berprasangka dan dengan agak deg-deg an juga (takut terpengaruh), saya teruskan saja membaca buku tersebut. Kisah kasih antara Rafky dan Valent, serta adanya tokoh Aku disitu. Ternyata tidak terasa justru ketagihan dan penasaran hingga selesai buku tersebut dalam hitungan hari, cukup dengan jari sebelah tangan.

Komentar saya, konsep nya sangat menarik dan unusual. Sejak awal kisahnya unpredictable dengan alur cerita serta plot-plotnya yang kreatif. Kita seperti menyimak sebuah kisah sederhana dengan gaya bercerita yang tidak biasa. Kemudian dari sisi bahasanya, kita akan disuguhi bahasa yang indah dan nyastra sekali. Saya seperti kembali membaca buku-buku Armijn Pane dan atau Sanusi Pane di era para sastrawan besar, pujangga baru. Dan yang tak kalah menarik adalah puisi-puisi yang memenuhi buku tersebut, seakan-akan penulis berusaha mengatakan sesuatu dengan cara yang lain.

Buku ini juga dilengkapi dengan original soundtrack, dan yang lebih hebat OST nya dinyanyikan sendiri oleh penulisnya. Jadi semacam pertunjukan multitalenta dari sang penulis, yang harus diakui memang cukup berbakat.

Bukan berarti tanpa cacat, karena saya menemukan ada sesuatu yang jangal di halaman 192. Apa itu, silahkan anda baca sendiri, hehe. Ada di kalimat pertama setelah tanda jeda. Sekedar keanehan kecil, tidak terlalu mengganggu.

Recommended to read, terutama untuk mereka yang ingin mendalami kehidupan asmara sesama jenis khususnya kalangan gay. Anda sedikit banyak bisa belajar perihal dinamika psikologisnya dan akan mempermudah dalam mencoba berempati pada mereka (buat para psikolog atau mahasiswa psikologi, bacaan wajib deh kayaknya, ^o^). Terakhir, dengan membaca buku ini Anda juga akan dibawa berjalan-jalan menyusuri setiap sudut negeri Gajah Putih, Thailand, yang terkenal eksotik itu. Setidaknya kita tahu dulu sebelum benar-benar ke sana.

Tetapi, jangan lupakan bahwa walau bagaimana pun hubungan sesama jenis apalagi sifatnya seksual adalah hal yang tidak dibenarkan dalam norma apapun, sosial atau bahkan agama. Khususnya kita di Indonesia yang masih menjunjung tinggi budaya timur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: