SAAT LANGIT BERWARNA MERAH SAGA

17 Mei

Sore itu cukup gerah. Bukan hanya karena aku sedang sedikit demam, sehingga terpaksa mengenakan dua buah kaos plus dua buah jaket untuk menemani perjalananku di kereta Fajar Utama Jogja jurusan Yogyakarta Tugu – Jakarta Pasar Senen, tapi memang karena matahari juga bersinar sangat terik hari itu. Hap!, akhirnya sampai juga aku di stasiun Bekasi dan langsung ku langkahkan kaki ku menuju ke mushola stasiun untuk menunaikan kewajiban seorang hamba kepada tuannya. Sholat Dzuhur sekaligus sholat Ashar dengan jama’ qashar.

Karena tidak ada orang di rumah yang bisa menjemput, perjalananku disambung dengan angkot 01 jurusan bekasi-pulogadung. Tidak terlalu sesak di dalam alias cukup nyaman, walau tetap gerah. Jalan antara Grand Mall Bekasi sampai dengan Kranji merupakan jalur macet. Selain jalannya sempit, ada beberapa simpangan, juga banyak kendaraan umum berhenti sembarangan. Termasuk sore itu, dimana angkot 01 ku terpaksa kena macet juga.

Tiba-tiba masuk dua bocah perempuan, anak jalanan, mengamen. Yang satu berkerudung, bercelana panjang. Yang satunya lagi tidak, rambutnya pendek kemerahan, kulitnya putih walau tidak bisa dikatakan bersih, dan matanya agak sipit. Masih sedemikian kecilnya sampai para penumpang di dalam berteriak-teriak miris melihat keduanya bergoyang-goyang hampir jatuh mengikuti irama hentakan gas dan rem kendaraan. Lalu apa yang mereka nyanyikan coba?

Saat Langit berwarna merah saga, dan kerikil perkasa berlarian..

Meluncur laksana puluhan peluru terbang bersama teriakan takbir..

Semua menjadi saksi atas langkah keberanianmu..

Kita juga menjadi saksi, atas keteguhanmu..

 

Aku tiba-tiba berkonsentrasi mendengarkan apa yang mereka dendangkan dengan bantuan sebuah gitar kecil mungil. Bukankah ini lagu bertema perjuangan Palestina dari Shoutul Harokah. Ya, aku ingat, pertama kali mendengarkan lagu ini beberapa tahun yang lalu saat “dipaksa” menyimak temanku bernyanyi mengajariku, untuk langsung menyanyikannya di depan (bersama temanku itu dan beberapa orang ikhwan) dalam sebuah acara Dakwah Sekolah di Masjid Diponegoro Balai Kota Yogyakarta.

Kemudian muncul pertanyaan, siapa yang mengajari bocah-bocah ini lagu Merah Saga itu ya? Apakah mereka ikut TPA dan belajar menyanyikannya di TPA, bisa jadi. Atau, subhanallah, mungkin sudah ada ikhwah Bekasi yang terjun langsung ke komunitas anak-anak jalanan itu, yang care pada mereka dan setidaknya sering membersamai mereka. Sebuah hal yang sepertinya masih menjadi cita-cita ikhwah di berbagai daerah, termasuk di Yogyakarta.

 

Ketika Yahudi-Yahudi membantaimu, merah berkesimbah di tanah airmu..

Mewangi harum genangan darahmu, membebaskan bumi jihad Palestina..

Perjuangan telah kau bayar dengan jiwa, syahid dalam cintanya..

Saat langit berwarna merah Saga..

 

Lamunan ku terhenti saat tangan mungil salah satu bocah tersebut mengarah kepadaku. Ku sodorkan lembaran uang ribuan kepadanya dan dia langsung berpaling hendak keluar. Bapak yang duduk paling ujung dekat pintu memegangi tangannya, membantu, menurunkannya dari mobil. Mereka langsung berlari dan hilang di tengah hiruk pikuk lalu lintas. Waktu itu pukul 17.45 WIB, dan langit memang mulai berwarna merah saga.

HJ, 2009

3 Tanggapan to “SAAT LANGIT BERWARNA MERAH SAGA”

  1. arhsa 18 Juli, 2009 pada 8:05 pm #

    assalamu’alaikum
    subhanallah. luar biasa,
    MERAH SAGA : salah lagu wajib yang selalu kami nyanyikan, ada semangat, ghirah, perjuangan, solidaritas, dan seabrek rasa yang yang bergemuruh didada saat menyanyikanya.
    lagu yang luar biasa dinyanyikan pengamen kecil, membaca postinganya saja saya merinding, apalagi kalo menyaksikan langsung.
    salam kenal.

  2. rifkahakim 20 Juli, 2009 pada 9:47 pm #

    Alhamdulillah..
    Blog kang Arsha juga inspiratif lho. Salam kenal juga dari saya.

  3. arhsa 21 Juli, 2009 pada 11:15 am #

    saya masih belajar untuk menulis (yang original), mohon dukungannya.
    nice blog, keep writting brother!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: