Soal Resign, PHK dan Pesangon (?)

1 Nov

Di sebuah forum yang kebetulan saya ikuti, ada yang mengirim email seperti ini:

Dear Rekan milis,
Saya sedang menghadapi karyawan yang atas kemauan pribadi mengundurkan diri dari perusahaan.
Setahu saya jika karyawan di PHK oleh perusahaan, PHK karena usia pensiun maka berhak atas pesangon (psl 156 ayat 2 – UU13-2003), tapi jika karyawan mengundurkan diri, maka tidak mendapatkan hak tersebut alias NOL.
Mohon bantuan rekan rekan untuk membantu saya.
Terima Kasih.

Salam,

Heru

Tidak berapa lama kemudian muncul tanggapan yang beragam mengenai hal ini, tanggapan yang pertama adalah :

Dear Heru,
Sepengetahuan saya tidak dapat pesangon, tapi mendapat uang penghargaan masa kerja.
Best Regards,
Yafa
HRD Department

 

Tiba-tiba muncul lagi tanggapan seperti ini:

Sedikit koreksi bu,
mendapat uang pisah yang besarnya diatur perusahaan🙂

(Tanpa nama) 

salam

Nah lo, kan jadi bingung. Yang benar yang mana?  Oya, sebelumnya saya klarifikasi dulu bahwa nama-nama diatas sudah saya samarkan semuanya.

Memang akhirnya muncul lagi banyak jawaban baik yang singkat (sekali) sampai yang panjang lebar. Hingga pada akhirnya terjawab sudah pertanyaan itu (oleh para ahli tentunya).

Sebenarnya sudah diatur dalam UU Ketenagakerjaan No.13 tahun 2003. Nah agar lebih mudah akan saya tampilkan dalam grafik-grafik berikut ini.

kompensasi berdasar jenis PHK

Sebagai keterangan,

MK = Masa Kerja; PMK = Penghargaan Masa Kerja; P = Pesangon

PH = Penggantian Hak, meliputi a) Hak cuti yang belum dijalani b) Ongkos pulang ke tempat asal penerimaan c) Ganti kerugian (rumusnya 15% X P dan atau PMK).

Ketentuan perhitungan Penghargaan Masa Kerja dan Pesangon bisa dilihat di UU No. 13 tahun 2003.

Buku tentang UU No.13 tahun 2003 berikut penjelasannya banyak sekali di toko2 buku. Beli satu juga tidak rugi, lumayan lah untuk persiapan menghadapi resesi dan krisis ekonomi global. Hehehe.. 

(RH)

 

3 Tanggapan to “Soal Resign, PHK dan Pesangon (?)”

  1. henry 18 November, 2008 pada 11:34 am #

    Jika Karyawan mengundurkan diri tidak berhak atas uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja tetapi hanya mendapat uang pisah yg jumlahnya tergantung kebijakan perusahaan atau jika ada diatur di PP atau PKB dan uang pengantian hak saja.

    Berbeda jika PHK karena pensiun.

    semuanya bisa dicek di UU No.13/2003.

  2. mike 18 November, 2008 pada 12:26 pm #

    sama kayak di tabel no 1 ya mas..
    nah kalo menentukan jumlah pesangaon rumusnya gimana?

  3. rifkahakim 25 November, 2008 pada 6:14 pm #

    Mike, penentuan pesangon baca UU No.13/2003 pasal 156 ayat 2 poin a s/d i. Itu untuk jumlah minimalnya.
    Nah kalo jumlah maksimal?! Ada rahasianya..
    Dalam rangka negosiasi (misalnya ente kena PHK), bisa dijadikan angka pembuka proses negosiasi adalah sebagai berikut rumusnya:

    (UP-U) x 12 x Gaji

    note:
    UP = Usia Pensiun (misal 55 tahun)
    U = Usia sekarang
    12 = (bulan dalm 1 tahun)
    Gaji = Gaji pokok + Tunjangan tetap

    Itu untuk harga bukaannya, jadinya berapa sangat tergantung hasil nego anda dan perusahaan. Selamat bernegosiasi!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: