dan kelak kita akan mensyukurinya

(manfaatkan hidupmu)

Arsip untuk ‘catatan perjalanan’ Kategori

Rest In Peace : Eiger J.WINDBLOCK MEN-1 Art. J180

Ditulis oleh mas hqm di/pada 20 Agustus, 2009

eiger art j180

Jika melihat jaket di atas ini maka otomatis ingatan saya akan terbawa ke chatter box, setelah itu akan ke hape zte, terus ke angka 120 dan mesin photo copy, kemudian akan menuju ke smart telecom, pasca itu akan ke Cirebon dan Bandung, lanjut kemudian akan ke Ramayana, sejurus kemudian akan ke Celancang, dan jika ditelusuri akan sampai kepada Pasar Celancang, Bedulan, Gunung Jati, Kost-an, Kontrakan Kedawung, Kontrakan Pulomas, Perumnas, Perum Kuning, Nasi Jamblang, Nasi Lengko, Mie Koclok Arab, Seafood Haji Moel, Pecel Lele PLN, Pepes, Nasi Kuning, Warung Beber, Café Celancang, Stadion Bima, Sinapeul, Futsal, Bulutangkis, Zamrud, Apita Green, Cipaganti, Stasiun Kereta Api, Argo Jati, Cirebon Express, Terminal Harjamukti, Keraton Kasepuhan, Rumah Sakit Pertamina, Linggar Jati, Cilimus, Kuningan, Sumber, Kadipaten, Indramayu, Jatibarang, dan akhirnya akan mengingat tiga bulan keramat Juli, Agustus dan Februari. Mengapa, kalau ada kesempatan nanti saya ceritakan satu-satu.

-hqm-

Ditulis dalam catatan perjalanan | 1 Komentar »

Saatnya Anda Menikah

Ditulis oleh mas hqm di/pada 23 Juli, 2009

“Tidak ada waktu untuk menunda. Jika engkau memang telah siap, maka apalagikah alasan yang bisa engkau berikan untuk memaafkan dirimu sendiri? Bukankah jika engkau miskin, Allah berjanji akan memberi kecukupan padamu? Jadi, jika Anda sudah merasa gelisah jika pada malam-malam yang sepi mencekam tidak ada teman yang mendampingi, inilah saatnya bagi Anda untuk menikah. Jika Anda sudah mulai tidak tenang saat sendirian, itulah saatnya Anda perlu hidup berdua. Jika Anda sudah begitu resah saat melihat akhwat di perjalanan, itulah saatnya Anda menguatkan hati untuk datang meminang. Hanya dua kalimat saja yang perlu Anda persiapkan untuk meminang: ALHAMDULILLAH bila diterima dan ALLAHU AKBAR bila ditolak.  (M. Fauzil Adhim, Saatnya untuk Menikah).”

a journey to marriage

Selamat untuk sahabatku Abe dan Karina, atas pernikahan yang penuh berkah. Akad nikah, Ahad 20 Juli 2009 di Sukabumi, Jawa Barat. Menikmati perjalanan 36 jam Bekasi-Jakarta-Bogor-Sukabumi-Bogor-Jakarta-Bekasi bersama Aje, Yudi, Beben, Pras, Heru, Adi and wife: backpakers.

-hqm-

Ditulis dalam catatan perjalanan | Leave a Comment »

SAAT LANGIT BERWARNA MERAH SAGA

Ditulis oleh mas hqm di/pada 17 Mei, 2009

Sore itu cukup gerah. Bukan hanya karena aku sedang sedikit demam, sehingga terpaksa mengenakan dua buah kaos plus dua buah jaket untuk menemani perjalananku di kereta Fajar Utama Jogja jurusan Yogyakarta Tugu – Jakarta Pasar Senen, tapi memang karena matahari juga bersinar sangat terik hari itu. Hap!, akhirnya sampai juga aku di stasiun Bekasi dan langsung ku langkahkan kaki ku menuju ke mushola stasiun untuk menunaikan kewajiban seorang hamba kepada tuannya. Sholat Dzuhur sekaligus sholat Ashar dengan jama’ qashar.

Karena tidak ada orang di rumah yang bisa menjemput, perjalananku disambung dengan angkot 01 jurusan bekasi-pulogadung. Tidak terlalu sesak di dalam alias cukup nyaman, walau tetap gerah. Jalan antara Grand Mall Bekasi sampai dengan Kranji merupakan jalur macet. Selain jalannya sempit, ada beberapa simpangan, juga banyak kendaraan umum berhenti sembarangan. Termasuk sore itu, dimana angkot 01 ku terpaksa kena macet juga.

Tiba-tiba masuk dua bocah perempuan, anak jalanan, mengamen. Yang satu berkerudung, bercelana panjang. Yang satunya lagi tidak, rambutnya pendek kemerahan, kulitnya putih walau tidak bisa dikatakan bersih, dan matanya agak sipit. Masih sedemikian kecilnya sampai para penumpang di dalam berteriak-teriak miris melihat keduanya bergoyang-goyang hampir jatuh mengikuti irama hentakan gas dan rem kendaraan. Lalu apa yang mereka nyanyikan coba?

Saat Langit berwarna merah saga, dan kerikil perkasa berlarian..

Meluncur laksana puluhan peluru terbang bersama teriakan takbir..

Semua menjadi saksi atas langkah keberanianmu..

Kita juga menjadi saksi, atas keteguhanmu..

 

Aku tiba-tiba berkonsentrasi mendengarkan apa yang mereka dendangkan dengan bantuan sebuah gitar kecil mungil. Bukankah ini lagu bertema perjuangan Palestina dari Shoutul Harokah. Ya, aku ingat, pertama kali mendengarkan lagu ini beberapa tahun yang lalu saat “dipaksa” menyimak temanku bernyanyi mengajariku, untuk langsung menyanyikannya di depan (bersama temanku itu dan beberapa orang ikhwan) dalam sebuah acara Dakwah Sekolah di Masjid Diponegoro Balai Kota Yogyakarta.

Kemudian muncul pertanyaan, siapa yang mengajari bocah-bocah ini lagu Merah Saga itu ya? Apakah mereka ikut TPA dan belajar menyanyikannya di TPA, bisa jadi. Atau, subhanallah, mungkin sudah ada ikhwah Bekasi yang terjun langsung ke komunitas anak-anak jalanan itu, yang care pada mereka dan setidaknya sering membersamai mereka. Sebuah hal yang sepertinya masih menjadi cita-cita ikhwah di berbagai daerah, termasuk di Yogyakarta.

 

Ketika Yahudi-Yahudi membantaimu, merah berkesimbah di tanah airmu..

Mewangi harum genangan darahmu, membebaskan bumi jihad Palestina..

Perjuangan telah kau bayar dengan jiwa, syahid dalam cintanya..

Saat langit berwarna merah Saga..

 

Lamunan ku terhenti saat tangan mungil salah satu bocah tersebut mengarah kepadaku. Ku sodorkan lembaran uang ribuan kepadanya dan dia langsung berpaling hendak keluar. Bapak yang duduk paling ujung dekat pintu memegangi tangannya, membantu, menurunkannya dari mobil. Mereka langsung berlari dan hilang di tengah hiruk pikuk lalu lintas. Waktu itu pukul 17.45 WIB, dan langit memang mulai berwarna merah saga.

HJ, 2009

Ditulis dalam catatan perjalanan | 3 Komentar »