Sabtu kemarin saya mengantar salah seorang kerabat saya untuk melihat-lihat mobil bekas. Nampaknya dia tertarik untuk membeli mobil. Cuman, karena budget terbatas maka mobil bekas lah yang menjadi pilihan.
Sudah lama memang mobil second menjadi pilihan. Selain karena alasan budget, orang memilih mobil bekas antara lain untuk diperjualbelikan kembali. Ada juga yang sekedar hobi untuk mendapat kepuasan jika berhasil mendapatkan barang berkualitas dengan harga miring. Eit, masih ada lagi, khususnya menjalang lebaran seperti sekarang, ada juga yang membeli mobil untuk dipakai berlebaran di kampung selama beberapa lama. Habis pakai lalu jual kembali, dengan pertimbangan biaya yang dikeluarkan nyaris sama dengan ongkos nge-rental mobil. Bingung ya? Sederhana saja, saya beli mobil yang harga 2nd-nya relatif stabil dan laris di pasar (seperti Avanza, Xenia, dan sejenisnya). Katakan selisih harga beli dan harga jual kembali turun sekitar Rp 5 juta, masih setara dengan biaya rental mobil selama 10 hari kan. Kalau saya pakai mudik 2 minggu atau 1 bulan, jauh lebih hemat lagi.
Tentu ini tidak menjadi masalah bagi para pelaku jual beli mobil atau para penggila mobil. It’s not a big deal, lah. Nah, tapi, bagaimana nasib kita para awam? (lagi…)

Komentar Terakhir