Love Jogja, why….?
Ditulis oleh mas hqm di/pada 17 Desember, 2007
Numpak motor bali seko Ancol Mbligo
(survey..jebul nggone elik) weruh mbok-
bok numpak pit dodol dhawet. Langsung
mbalik. “Mbok tumbas dhawete setunggal
diunjuk mriki mawon”.
“O nggih!!”
Sruput…sruput…sruput!! Dhawete
entek ngelake ilang.
“Pinten mbok??”
“Gangsal atus mawon”.
Diamput!! Murah temenan!!
(Inilah kenapa aku cinta jogja. Bukan
hanya pada harga-harga yang murah,
namun juga pada keramahan orang2nya, dan pada budayanya yang santun. Jaga
semua itu ya teman2… dari sifat
yang salah dan dari orang yang
salah.)
seperti dikisahkan oleh Muallaf2002.
handoko_alizzah berkata
test… test…
wiwit berkata
JOGJA memang tiada dua nya.
salah satu tempat yg cocok untuk menghabiskan masa tua (andaikan diri ini sempat menikmati masa tua).
janurgunung berkata
bro.. kalau menurutku, faktor yang kamu sebutkan itu bukan dari jogjanya, melainkan dari dirimu sendiri.. seperti yang terjadi padaku juga..
seusai kuliah kita harus merantau keluar jogja dan itu menimbulkan transisi (embuh sebutane opo, pokok’e maksude perubahan) yang sangat cepat. dulu, saat kita tinggal di jogja, kita merasa biasa dengan harga yang murah, masyarakat yang ramah dan budaya yang santun. saat kita merantau, kita (atau dalam hal ini aku) langsung shock dengan perbedaya budaya yang sangat kontras. namun, itulah pilihanku, konsekuensinya adalah kita harus beradaptasi dengan itu. dan ini perlahan-lahan merubahku..
hal inilah yang menurutku membuatku merasa senang luar biasa kalau pulang ke jogja.. karena rasanya seperti menemukan kembali sisi diriku yang sepertinya mulai mengabur..