Sudah pernah dengar Linggar Jati? Pasti nama itu tidak asing bagi kita, karena dulu kan ada pelajaran PSPB di sekolah..
Ok deh, buat yg dulu sering ngantuk kalo pas pelajaran..nih saya singgung dikit tentang perjanjian yg cukup penting itu.
Perjanjian Linggar Jati, dinamai demikian karena lokasi perjanjiannya di Linggar Jati, masuk daerah Kuningan, Jawa Barat.
Merupakan bagian dari sejarah diplomasi Indonesia dengan Belanda
Dilakukan antara Sutan Sahmi dari pihak Indonesia dengan Dr.H.J. Van Mook dari pihak pemerintah Belanda.
Kesepakatan linggar jati yang berlangsung selama 4 (empat) hari disepakati di sebuah desa linggar jati di daerah Kabupaten Kuningan.
Hasil perundingan tertuang dalam 17 pasal. 4 (Empat) isi pokok pada perundingan linggar jati adalah :
1. Belanda mengakui secara defacto wilayah RI yaitu Jawa, Sumatera dan Madura.
2. Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 januari 1946.
3. Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara Republik Indonesia Serikat atau RIS.
4. Dalam bentuk RIS indonesia harus tergabung dalam Commonwealth / Uni Indonesia Belanda dengan mahkota negeri Belanda debagai kepala uni.
Dengan adanya kesepakatan perjanjian Linggar jati, Negara Indonesia mengalami kekalahan selangkah.
Selanjutnya setelah terbentuk negara RIS pihak Belanda bertindak sewenang-wenang yang merugikan RI. K
emudian terjadilah agresi militer I.
Udah ya, soalnya yang menjadi maksud posting saya kali ini bukan ttg tetek bengek perjanjian itu, tapi perjalanan saya ke daerah linggar jati pekan kemarin.
Kebetulan di sana ada temen saya yg punya rumah tepat di belakang kompleks gedung perjanjian, yang juga disekitarnya dibangun taman sebagai kompleks wisata bagi para turis.
Karena ada temenku itu, kami rame2 lompat pagar dan langsung hinggap di dalam komplek bagian belakang.
Aku muter2 kompleks bersejarah ini sambil menunggang kuda.
Kudanya berukuran sedang, berwarna putih coklat gitu. Ada pelana di punggungnya, pijakan di samping perut serta tali kokang warna hitam dan penutup di bagian kepala kudanya. Sambil setengah dituntun sama petugasnya.
Kebayang nggak sih bagaimana rasanya, serasa kambali ke jaman penjajahan gitu deh.. Apalagi petugasnya mempersilahkan aku memegang kendali kudanya 100%.
Agak ngeri juga, takut tiba2 lari kencang, dan aku terlempar sebagaimana tayangan rodeo di tivi.
Namun ternyata yang berlaku adalah hukum sederhana.
Jika kau ingin kudanya melaju kencang longgarkan kedua tali, dan sebaliknya jika kau ingin berhenti tarik kedua talinya kencang2.
Tarik tali yang sebelah kiri jika kau ingin berbelok ke kiri, dan sebaliknya jika kau ingin ke kanan tarik tali yang kanan.
Buat yang baru belajar kayak saya, ini penting diketahui..
Habis puas naik kuda, traveling kali ini diakhiri dengan berendam air panas dengan air belerang alami gunung Ciremai.
Nikmatnya…..