dan kelak kita akan mensyukurinya

(manfaatkan hidupmu)

SAAT LANGIT BERWARNA MERAH SAGA

Ditulis oleh rifkahakim di/pada 17 Mei, 2009

Sore itu cukup gerah. Bukan hanya karena aku sedang sedikit demam, sehingga terpaksa mengenakan dua buah kaos plus dua buah jaket untuk menemani perjalananku di kereta Fajar Utama Jogja jurusan Yogyakarta Tugu – Jakarta Pasar Senen, tapi memang karena matahari juga bersinar sangat terik hari itu. Hap!, akhirnya sampai juga aku di stasiun Bekasi dan langsung ku langkahkan kaki ku menuju ke mushola stasiun untuk menunaikan kewajiban seorang hamba kepada tuannya. Sholat Dzuhur sekaligus sholat Ashar dengan jama’ qashar.

Karena tidak ada orang di rumah yang bisa menjemput, perjalananku disambung dengan angkot 01 jurusan bekasi-pulogadung. Tidak terlalu sesak di dalam alias cukup nyaman, walau tetap gerah. Jalan antara Grand Mall Bekasi sampai dengan Kranji merupakan jalur macet. Selain jalannya sempit, ada beberapa simpangan, juga banyak kendaraan umum berhenti sembarangan. Termasuk sore itu, dimana angkot 01 ku terpaksa kena macet juga.

Tiba-tiba masuk dua bocah perempuan, anak jalanan, mengamen. Yang satu berkerudung, bercelana panjang. Yang satunya lagi tidak, rambutnya pendek kemerahan, kulitnya putih walau tidak bisa dikatakan bersih, dan matanya agak sipit. Masih sedemikian kecilnya sampai para penumpang di dalam berteriak-teriak miris melihat keduanya bergoyang-goyang hampir jatuh mengikuti irama hentakan gas dan rem kendaraan. Lalu apa yang mereka nyanyikan coba?

Saat Langit berwarna merah saga, dan kerikil perkasa berlarian..

Meluncur laksana puluhan peluru terbang bersama teriakan takbir..

Semua menjadi saksi atas langkah keberanianmu..

Kita juga menjadi saksi, atas keteguhanmu..

 

Aku tiba-tiba berkonsentrasi mendengarkan apa yang mereka dendangkan dengan bantuan sebuah gitar kecil mungil. Bukankah ini lagu bertema perjuangan Palestina dari Shoutul Harokah. Ya, aku ingat, pertama kali mendengarkan lagu ini beberapa tahun yang lalu saat “dipaksa” menyimak temanku bernyanyi mengajariku, untuk langsung menyanyikannya di depan (bersama temanku itu dan beberapa orang ikhwan) dalam sebuah acara Dakwah Sekolah di Masjid Diponegoro Balai Kota Yogyakarta.

Kemudian muncul pertanyaan, siapa yang mengajari bocah-bocah ini lagu Merah Saga itu ya? Apakah mereka ikut TPA dan belajar menyanyikannya di TPA, bisa jadi. Atau, subhanallah, mungkin sudah ada ikhwah Bekasi yang terjun langsung ke komunitas anak-anak jalanan itu, yang care pada mereka dan setidaknya sering membersamai mereka. Sebuah hal yang sepertinya masih menjadi cita-cita ikhwah di berbagai daerah, termasuk di Yogyakarta.

 

Ketika Yahudi-Yahudi membantaimu, merah berkesimbah di tanah airmu..

Mewangi harum genangan darahmu, membebaskan bumi jihad Palestina..

Perjuangan telah kau bayar dengan jiwa, syahid dalam cintanya..

Saat langit berwarna merah Saga..

 

Lamunan ku terhenti saat tangan mungil salah satu bocah tersebut mengarah kepadaku. Ku sodorkan lembaran uang ribuan kepadanya dan dia langsung berpaling hendak keluar. Bapak yang duduk paling ujung dekat pintu memegangi tangannya, membantu, menurunkannya dari mobil. Mereka langsung berlari dan hilang di tengah hiruk pikuk lalu lintas. Waktu itu pukul 17.45 WIB, dan langit memang mulai berwarna merah saga.

HJ, 2009

Ditulis dalam catatan perjalanan | Leave a Comment »

17:59

Ditulis oleh rifkahakim di/pada 26 April, 2009

senja

 

 

 

 

 

 

 

Belajar ku menghayati mengeja meraba arti hakiki,

saat terpana kagumi lantunan firman-Mu hiasi bumi.

Tertunduk takjub mengharu saksikan betapa agung cipta-Mu

Ijinkan ku hias jalan-Mu Allah bimbing dan kuatkan aku

 

Dan tatihlah kumeratap menapaki dunia,

menyibak makna tanya yang tersirat.

Dan tatihlah hamba-Mu coba meraih hikmah

Kepak sayap yang kehilangan arah 

 

Tertatih ku terpa gelombang betapa hati mudah terguncang

Biarkan ku hias jalan-Mu Allah berikan ku keteduhan

 

(qb)

 

 

Ditulis dalam cerita motivasi | Leave a Comment »

Berangkat Haji Dari Sekarang

Ditulis oleh rifkahakim di/pada 26 Maret, 2009

Maksud dari judul di atas adalah bagi anda yang ingin berhaji, anda bisa melakukannya start dari sekarang. Setelah berniat kuat, yang harus anda lakukan sekarang adalah mulai merancang sebuah strategi, sebelum pada akhirnya keinginan anda terwujud.

Anda pasti sudah pernah mendengar tentang DINAR dan DIRHAM. Bagaimana kelebihannya dibandingkan mata uang yang saat ini kita kenal. Atau bagi yang belum pernah mendengar sama sekali, anda bisa baca artikel  “Rupiah Dan Dollar Dari Kaca Mata Dinar… “ yang ditulis Muhaimin Iqbal, pendiri sekaligus pemilik Gerai DinarNah, ternyata dengan Dinar kita bisa mewujudkan mimipi kita berhaji dengan lebih mudah, lebih cepat bahkan lebih aman secara finansial.

Komponen biaya haji yang utama adalah mata uang asing, entah itu US$ dan Riyal Saudi untuk tiket pesawat ataupun biaya hidup. Karena mata uang kita adalah Rupiah, maka perencanaan HAJI menggunakan mata uang rupiah memiliki setidaknya dua ketidakpastian, faktor INFLASI dan faktor NILAI TUKAR. Karenanya biaya ibadah haji kia dalam rupiah memiliki kecenderungan meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi jika Rupiah mengalami penurunan nilai tukar yang tajam terhadap US$ dan Riyal, kenaikan biaya haji pasti sangat signifikan.

 onh1

Tetapi, menurut Muhaimin Iqbal, anda (termasuk saya tentunya) tidak perlu kawatir sekarang karena berdasarkan statistik 10 tahun terakhir, biaya haji dalam Dinar ternyata terus menerus mengalami penurunan.  Bila ONH biasa tahun 2000 sekitar 70 Dinar, maka tahun ini hanya sekitar 21 Dinar saja atau mengalami penurunan rata-rata 12% per tahun. Apabila trend ini terus berlanjut, anda bisa pergi haji hanya dengan 10 Dinar saja pada tahun 2015 – atau ONH plus hanya dengan sekitar 20 Dinar saja.

 

Jadi dengan Dinar – mata uang emas yang daya belinya  tidak pernah rusak oleh inflasi maupun faktor nilai tukar, perencanaan haji Anda menjadi jauh lebih aman. Ambil contoh misalnya kalau Anda mau mulai serius merencakan haji Anda dalam rentang 5 tahun yang akan datang, maka relatif aman bila untuk ONH biasa Anda cadangkan 20 Dinar saja. Artinya kalau Anda tabung 1 Dinar per bulan saja, insyaallah nggak sampai 2 tahun dana untuk membayar ONH sudah akan cukup.

Sangat bisa jadi 20 Dinar yang Anda kumpulkan tersebut pada waktunya lebih dari cukup untuk membayar ONH biasa – bila kesempatan datang 3 – 6 tahun yang akan datang. Dalam hal ini Anda bisa meng-upgrade ONH Anda menjadi ONH plus. Jadi bila Anda rencanakan ibadah haji Anda dengan Dinar; selain kecukupan dana lebih terjamin, juga sangat berpeluang Anda dapat meng-upgrade perjalanan haji Anda dengan yang lebih nyaman ONH plus. Bagimana, tertarik?

 

<<<hqm>> >

Ditulis dalam tips n trick | 1 Komentar »