selamat datang di blognya rifka hakim..

manfaatkan hidupmu

CARA PRAKTIS MEMPERBAIKI KNALPOT MOTOR

Ditulis oleh rifkahakim di/pada 30 Mei, 2008

Ini kisah pribadi yg ditulis akhir tahun lalu sebenarnya.. dan juga sudah saya posting di blog saya  yg lain. Tapi karena status blog-nya sudah koma, ya ga papa lah di repost lagi di sini.

CERITANYA BEGINI

Hari ini aku bangun pagi-pagi sekali, ya.. setidaknya rencananya. Kenyataannya tetep aja agak kesiangan seperti kemarin dan kemarinnya lagi. Langsung lompat ke kamar mandi, ngucek2 mulut, mata, kepala, telinga, tangan dan kaki. Sholat dulu..
Abis itu kerasa laper..untung masih ada sekotak susu coklat dan beberapa bungkus energen, lumayan buat ganjel2 perut.
Ffiuh.., akhirnya selesai juga cucian terakhirku -jeans belel dan jaket biru satu-satunya- terjemur di pagar depan kontrakan, berarti rencana besarku hari ini akan segera terlaksana.
Hap, aku sudah berada di atas Kharisma 125D 2003 ku. Tunggangan yang selama ini setia menemaniku mondar-mandir kesana kemari demi mencari sesuap nasi.
Sayangnya beberapa bulan ini powernya merosot tajam, gara-gara knalpotnya berlubang disana-sini. Bensinnya juga boros. Suara pun jadi aneh. Itu dia, akibat knalpot yg bolong bikin kesel.

CARA PRAKTIS MEMPERBAIKI KNALPOT MOTOR
Untungnya aku cukup tabah, hehe.. Jadi sekarang aku beri tips neeh, cara menyiasati knalpot bolong dengan murah tapi berkualitas berdasarkan pengalaman nyata (wuizz!).
1. Kenali letak knalpot yang bolong. Caranya? dengan diraba-raba. Cara yg lain di lihat dan di terawang. Namun, yg paling cerdas adalah dengan menghidupkan motor lalu dirasakan anginnya, dari bagian mana angin knalpot keluar.
2. Bawalah ke bengkel resmi. Jika tidak pergilah ke bengkel yg bisa dipercaya gak bakal bo’ong. Tanyalah ke teknisinya knalpot yg bolong ini perlu diganti baru, cukup ditambal saja atau digimanain. Sebagian besar knalpot yg belum begitu parah, cukup ditambal doang,
3. Surveylah harga knalpot baru. Pasti jawabnya mahal. ada yg 160 rb, ada yg 200 rb bahkan lebih. itu kalo yg asli. Yang murah ada? Ada, biasanya bikinan home industri..yg pasti kualitas masih dibawah sparepart aslinya.
4. Cari bengkel las yang bisa ngelas knalpot motor dengan rapi dan murah. Tanyalah biaya ngelas knalpot berapa. Pergilah tidak hanya ke satu tempat, tapi ke beberapa tempat agar bisa dibandingkan. jika ada cari (kalo bisa) bengkel yg sudah kenal baik dgn anda, agar bisa ngutang.
5. Pergilah ke bengkel dengan pakaian seadanya. Pake Kaos oblong bolong. Pake sandal jepit. Dan bawalah uang ribuan sejumlah perkiraan harga berdasarkan hasil survey (biasanya antara 5 rb - 25 rb), kalo bisa bahkan receh. Jangan bawa dompet, kantongin aja. Mintalah tukang lasnya mengelas bagian knalpot yg bolong.
6. Perhatikan cara bayarnya. Jika sudah selesai, berikan saja uang ribuan anda sejumlah sedikit di atas perkiraan minimal anda pada tukan las-nya, misalnya 10 rb.. (tergantung kerusakan knalpot anda) dan langsunglah pergi dengan mengucap terima kasih sebelumnya. Jika tukang las menerimanya, maka selesailah misi anda. Jika tukang las merasa kurang, maka dia pasti akan meminta kekurangannya.
7. jika uang anda tidak cukup, maka tinggalkan motor anda sebagai jaminan, dan carilah pinjaman sesegera mungkin.

Mungkin itu tips dan trick (yg cukup ngawur!) dari saya mengenai perawatan motor yang paling sederhana, tapi dengan hasil yg berkualitas.
Saya sudah membuktikannya dengan menghabiskan uang hanya 20rb saja buat ngelas knalpot. ..murah bukan?! bandingkan jika anda harus mengganti knalpot anda, minimal anda akan keluar 150 sampai 200rb.
Silahkan dipraktekkan! Dan kalau sukses jangan lupa contact saya ya. Tapi kalau sebaliknya…, …berarti anda belum beruntung, coba lagi deh taun depan, hehe..

Ditulis dalam Tidak terkategori | yang berkaitan: , | 2 Komentar »

Antara Aku, Fahri, Aisha dan Maria (bujangan Only)

Ditulis oleh rifkahakim di/pada 23 Mei, 2008

Semenjak secara tidak sengaja membaca bukunya (yg cetakan ke-10 tahun 2005), saya sudah yakin bahwa novel ini bakalan dibuat jadi film entah layar kaca atau layar lebar.
Akhir tahun 2007 kemarin saat digembar-gemborkan bakalan direlease, saya sudah bertekad untuk menonton filmnya di bioskop. Kebetulan waktu itu pas liburan ke Jogja.
Ternyata filmnya diundur lama banget. Karena kesibukan yang tidak tertahankan (cuiih!), agenda menyimak aksi Fahri, Aisha dan rekan-rekannya secara visual dan legal formal selalu kandas.
Hingga pada akhirnya saya nonton film versi bajakannya (yg masih ada keterangan ‘tape’ dan ‘waktunya’ itu lho mas Hanung), itu pun di kantor. (Bos, sori ya..!)
Terpaksa, dibela-belain mengorbankan waktu istirahat, pinjam headset tetangga, mata pedes karena musti berakomodasi maksimum selama 2 jam lebih. Mo gimana lagi, gambarnya burem bangets.

Ceritanya sangat biasa dan bisa ditebak endingnya. Kisahnya termasuk pasaran, heroik banget, tentang seseorang yg dicintai beberapa wanita (fyi, tentang yg satu ini Ayu Utami sinis banget komentarnya.. Besok deh saya kasih link ke source-nya). Pas banget lah untuk sinetron atau film.
Kekuatannya ada pada nilai-nilai yang ditawarkan oleh Habiburrahman El Shirazy yang menjadi background. Sangat berbeda dengan yang lain. Selama ini kita terbiasa dengan cerita berlatarbelakang keluarga kaya, rumah mewah, kehidupan jura-hura.
Kali ini latar belakangnya adalah mahasiswa miskin anak penjual tape, yang kuliah dengan beasiswa di universitas Al Azhar di Mesir sana.
Kegiatan dia sehari-hari juga agak diluar kebiasaan masyarakat umum seperti belajar mengaji (talaqqi) kepada ulama terkenal, menghafal quran, atau menulis.
Perilakunya juga sangat ‘melangit’ seperti tidak bersalaman dengan wanita, menjaga pandangan, tidak berpacaran.
Secara keseluruhan Kang Abik menawarkan novel dengan setting background nilai-nilai yang sangat Islami.

Lalu apa hubungannya dengan judul Aku, Fahri, Aisha dan Maria?
Membaca novel itu saya membayangkan diri saya adalah Fahri.
Fahri yang miskin tapi memiliki cita-cita yang besar untul lulus S3 di Al azhar. Fahri yang sholeh, rajin ibadah, pintar, cerdas dan mampu meyakinkan orang lain dengan kata-katanya. Fahri yang rajin menulis.
Fahri yang disukai teman-temannya, disukai tetangganya, berhati lembut dan mulia. Fahri yang menjaga prinsip-prinsip yang diyakini, menjaga pandangan, tidak bersentuhan dengan wanita yang bukan muhrimnya.
Bahkan saya terbawa gaya kang Abik bercerita dan benar-benar merasa diri saya adalah Fahri yang cakep dan diidolakan para gadis.
Ada gadis-gadis cantik dan baik di sekeliling saya seperti Nurul, Noura, serta akhirnya Aisha dan Maria.

Aisha adalah gadis kaya raya keturunan Turki-Jerman. Tetapi, dari ibunya dia juga memiliki darah Palestina yaitu neneknya.
Aisha, dalam bahasa Indonesia atau Arab mungkin Aisyah.

Maria adalah gadis asli Mesir putri keluarga Boutros, penganut kristen koptik. Ibunya adalah dokter spesialis anak.
Maria, dalam bahasa Al Quran adalah Maryam. Beliau ibunda dari nabiyullah Isa alaihissalam.  Maryam, siapa yang meragukan keshalihan wanita suci itu. Dari rahimnya lahir salah seorang utusan Allah.

Nama-nama ini adalah nama-nama wanita yang suci dan agung dalam islam.
Aisyah tidak lain tidak bukan adalah istri baginda Rasululloh. Beliau adalah wanita cerdas dan terbuka.
Dari beliau banyak sekali disampaikan hadits-hadits dari kehidupan pribadi dan rumah tangga Rosululloh. Dan tentunya Aisyah adalah salah satu wanita yang dijamin masuk surga.

Sejenak saya melambung selama menghayati kisah itu….
Ada ribuan pembaca yang mengaku demikian, terinspirasi oleh Fahri. Ketika membaca novel AAC merasa menjelma sebagai Fahri.
Dan ingin menjadi Fahri. Fahri yang di AAC itu.

Nih, Fahri Berpesan pada kalian..wahai para bujang lapuk!
Aah.., tapi Anda masih bujangan lapuk yang takut menikah. Padahal umur sudah lebih dari cukup, penghasilan sudah ada. Tampang juga tidak jelek-jelek amat. Tapi, tetap saja Anda belum menikah.
Mungkin ada banyak sebab, seperti belum menemukan yang sreg di hati. Atau anda takut mengungkapkan perasaan pada si dia.
Ada juga karena sibuk meninggikan kriteria. Anda merasa bingung memilih tapi tidak mau dipilih, karena yang memilih tidak sesuai dengan kriteria Anda.
Bisa juga Anda trauma membina hubungan dengan lawan jenis (atau Anda tidak tertarik, wah ini sih lebih parah.. )
Atau ketakutan anda lebih disebabkan oleh perasaan tidak mampu menjadi suami yang baik, suami yang bisa menjadi contoh bagi keluarga, karena ilmu yang seadanya dan ibadah yang tambal sulam.
Sampai kapan perasaan anda terus ini begini.
Anda mendambakan istri yang secantik Maria dan seshalih Aisha.
Tetapi bukankah Wanita yang baik hanya untuk lelaki yang baik, dan lelaki yang baik hanya utuk wanita yang baik.., begitu Fahri pernah mendengar dari seorang ustadz.
Jadi, sampai kapan Anda akan terus bertahan.

JADI kalian para bujang, Fahri kasih TIPS AGAR TIDAK TAKUT MENIKAH ya…
1. Niatkan pernikahan Anda adalah untuk beribadah kepada Allah semata.
2. Tanamkan tekad yang kuat untuk menikah, jgn setengah-setengah.

Tidak perlu Anda pasang target usia 25, 27, 30 atau berapapun harus menikah. Mengalirlah seperti biasa, tapi tanamkan tekad yang kuat untuk menikah.
Nasehat Kakek saya menikahlah segera selambat-lambatnya usia 25, karena setalah itu kamu akan malas menikah. Dulu saya pikir mana ada orang normal yang malas menikah.
Namun setelah saya mengalami, mendengar cerita teman-teman dan merenungkan ternyata memang niat menggebu-gebu ingin menikah tidak selamanya ada. Setelah masuk ke dalam fase dewasa yang disibukkan (oleh karir misalnya) kita akan terbuai dan terlupakan oleh aktivitas kita, pekerjaan.
3. Yakinlah bahwa nikah itu enak dan banyak2 lah mendengarkan cerita manfaat positif pernikahan dari orang yang sudah menikah. Contoh tuh Amrozi, udah hampir dieksekusi masih mau married.
4. Jauhilah film atau sinetron yang berisi pertengkaran rumah tangga
5. Tetapkan kriteria yang tinggi boleh, tapi sadarlah bahwa tidak ada wanita yang sempurna..jadi carilah yang mau sama situ, itu udah lebih dari cukup.
6. Perbaiki dirimu jika ingin mendapat wanita yang baik
7. Berdoalah kepada Allah dan bertawakkal lah
8. Jika jodoh tak kunjung ketemu, ke laut aja udah..!

Tolong diingat2 ya pesan Fahri ini. Jarang-jarang loh Fahri berpesan kesan di blog kaya gini. Ok, terakhir Fahri mau mohon maaf jika ada yg tidak berkenan, dan semoga bermanfaat.

Maret 08

Ditulis dalam cerita motivasi | yang berkaitan: , , | 10 Komentar »

Kesasar di Stasiun Ciledug

Ditulis oleh rifkahakim di/pada 23 Mei, 2008

CILEDUG : PENGALAMAN BERKERETA API

Perjalanan dari Jogja ke Cirebon tidak pernah terbayangkan sedemikian berarti jika nggak mengalami kejadian seperti malam itu.
Saat itu dua hari setelah libur Nyepi.

World / Indonesia / Jawa Barat / Ciledug (6°51′36″S   108°43′11″E)
http://wikimapia.org/7202026//stasiun_ciledug_cirebon

Citizen Automatic 21 jewels-ku menunjukkan pukul 23.49, ketika akhirnya sampai juga di Cirebon. Sebelah kanan ada kereta berhenti, sebelah kiri terlihat beberapa lampu menyala.
Aku bergegas bangkit dari tempat dudukku sambil menyambar Bodypack biru. Tas ranselku ini penuh berisi pakaian (yang habis dicuci, maklum pulkam kan bawa pakaian kotor seabrek-abrek, mumpung) dan sekantong bakpia dari Pathuk Jogja.
Jalanan menuju pintu keluar ramai sekali. Aku kesulitan keluar, padahal kereta sudah hampir jalan.
Sampai di ujung pintu, kereta sudah merambat pelan. Hup, aku melompat. Akhirnya bisa juga keluar dari kereta penuh sesak ini.
Peluh deras membasahi pakaianku. Perasaan ini sudah aneh aja, kok rasanya ada yg beda ya.
Bener juga, ini bukan stasiun Cirebon tapi stasiun CILEDUG. Stasiun kecil di daerah kabupaten Kuningan…

Terhenti di Ciledug

Aku hanya bisa makan ketoprak plus teh manis anget, untuk mengendalikan mulutku yg tak henti-henti ber-jangkrik2 ria bersumpah serapah.
Benar-benar tidak habis pikir, kok bisa ya salah turun.
Orang disebelahku tak kuasa menahan ketawa begitu aku menyelesaikan ceritaku. Tenang saja katanya, besok pagi ada bis ke Cirebon kok.
Hmm..kereta Bengawan dari Solo lewat 3 jam lagi. Siap-siap nginep di sini nih, pikirku dalam hati.
Eh ada kereta berhenti (belakangan aku baru tau itu kereta Sawunggalih). Langsung aku bayar makananku, dan tanpa menunggu uang kembalian aku lari mengejar tanpa sempat berucap terimakasih an pamitan, pokoknya lansung lari.
Waduh gak ada pintu terbuka. Eh, disebelah situ ada kaca bolong. Beberapa pengasong berusaha masuk lewat situ. Aku tak mau kalah dan rebutan masuk sama penjual asongan.
Sialnya kereta mulai jalan, padahal baru satu kaki yg bisa menapak di kereta. Daripada bahaya, terpaksa deh melompat turun. Anak kecil penjual asongan menertawaiku.

Gontai aku kembali lagi, kebetulan ada bangku kosong di sebelah sana. Kananku seorang pedagang baru ngrokok, sebelah kiriku orang gila yang bengong dengan cueknya.
Di depan ada beberapa asongan sedang jualan, anak kecil yg tadi jalan-jalan kesana kemari, sedangkan sekelompok ABG sedang bernyanyi2.
Pak petugas KA yg tadi sempat aku tanyain lewat, diam saja. Di dinding stasiun ada sepeda motor dan sepeda parkir. Suara siaran tinju dari televisi di dalam kantor dengan cueknya meraung-raung.
Aku duduk terdiam kelelahan.

Akhirnya aku coba merenung, tadi ngapain saja selama perjalanan. Ada dosa apa ya kok bisa jadi begini.
Sebelum berangkat aku sempat berdoa, doa standar aja sebelum perjalanan, tp lumayan serius sih.
Eh, ternyata memang dikasih enak, dapat tempat duduk (biasanya kalau naik kereta ekonomi ini susah untuk dapat tempat duduk, karena sudah keduluan penumpang yang antri sejak siang di stasiun Lempuyangan).
Dan setelah itu yang terjadi adalah, aku cuek-cuek saja dengan keadaan sekitar. Tidak berempati sedikitpun, karena aku pikir ya itulah resiko perjalanan. Aku saja juga sering berdiri di kereta tidak kebagian duduk. Padahal bayarnya sama.
Ya, dari tadi aku cuek saja.. walaupun banyak yg duduk di bawah. Ketika kaki ku disenggol (entah disenggol atau tersenggol) salah seorang dari mereka, kubalas menyenggol balik.
Ada yg nyenggol kepala, senggol balik kepalanya. puas banget dah pokoknya.
Mungkin sekarang saya mendapat pembalasan yg setimpal.

Pertolongan Tiba

Sesaat hatiku bersorak ketika ada kereta berenti lagi, kata penjual disebelahku itu kereta Senja Utama dari Jogja.
Aku berdiri, menengok ke kanan dan ke kiri, eh pintunya juga terkunci semua.
Aku berjalan ke sisi rel, mencoba melihat-lihat kalau ada pintu terbuka. Beberapa orang juga berjalan, pedagang asongan mulai memukul-mukul jendela dan menggebrak-gebrak pintu kereta.
Tetap saja tidak ada yg dibuka.
Aku terus berjalan sampai ujung stasiun. Petugas yg td aku tanyain sedang berdiri, kencing. Daerah sekitar situ bau pesing, gelap pula.
Setelah berdiri beberapa lama tetap saja tidak ada tanda2 pintu terbuka.
Aku pasrah, kemudian berjalan menuju bangku kembali.
sampe disitu, aku berpikir jangan-jangan ada pintu terbuka. Lagi, berdiri dan jalan ke tempat tadi..
Pak petugas yg tadi sudah selesai kencing, dia sekarang berada di tengah2 rel sana.
Masih tidak ada tanda-tanda buatku untuk bisa masuk ke dalam kereta. Siaran tinju masih berlangsung.
Pasrah, balik lagi, duduk. Mataku masih tajam mengawasi.
Tepat di depanku dua orang pedagang berusaha keras meminta agar dibukain pintu. aku ngliatain aja..
tiba-tiba pintu terbuka. Aku terkesiap, langsung setengah berlari menuju ke sana.
Satu orang pedagang lagi masuk. Aku terakhir.. agak lama nunggu tapi akhirnya masuk juga.
Alhamdulillah..ternyata ada jg orang yang baik membukakan pintu..
Setelah satu jam perjalanan plus berhenti2nya.. ditambah naik becak dan angkot sampe deh ke rumah, jam 2 dini hari.

Tuhan, Kau memberiku pelajaran yang berharga.

- Cirebon Maret 2008 -

 

Ditulis dalam catatan perjalanan | yang berkaitan: , , , | 5 Komentar »

Benchmark Tarif GSM : XL Bebas 0,1; Telkomsel-Simpati PeDe 1/2; Indosat-Mentari Gratis Menit Pertama; 3 Three Hutchison CP

Ditulis oleh rifkahakim di/pada 1 Februari, 2008

perbandingan tarif on net gsm 
Operator GSM belakangan ini berlomba-lomba berpromosi untuk memikat hati customer.
Banyak orang yang bingun memilih. Masing-masing memiliki plus minus sendiri-sendiri. Ada yang mengunggulkan tarifnya yang paling murah, teknologinya, tapi ada juga yg mengunggulkan pelanggannya yang berjuta-juta walau agak mahal dikit.
Nah, Data berikut mungkin dapat menjadi inspirasi sebelum memilih operator GSM yang akan dipakai. 

Perbandingan tarif 2 jam pertama
                 
  TARIF SESAMA  
    10 menit  20 Menit  30 menit  40 menit  60 menit  120 menit   
  bebas 0,1  Rp   1,548   Rp      1,608   Rp      1,668   Rp   2,268   Rp   3,465   Rp   7,065   
  Simpati PeDe 1/2   Rp   1,770   Rp      2,070   Rp      2,370   Rp   2,670   Rp   3,270   Rp   5,070   
  Mentari   Rp   4,500   Rp      9,500   Rp    14,500   Rp 19,500   Rp 29,500   Rp 59,500   
  3 Hutch   Rp   1,500   Rp      3,000   Rp      4,500   Rp   6,000   Rp   9,000   Rp 18,000   
                 
Perbandingan tarif 10 menit pertama (XL vs Telkomsel)
                 
  TARIF SESAMA  
    menit 1 menit 2 menit 3 menit 4 menit 5 menit 10  
  bebas 0,1 Rp 1500 Rp 1500 Rp 1503 Rp 1509 Rp 1521 Rp 1545  
  Simpati PeDe 1/2  Rp 1500 Rp 1530 Rp 1560 Rp 1620 Rp 1650 Rp 1770  
                 
Perbandingan tarif off net ke operator lain 2 jam pertama
           
  TARIF KE OPERATOR LAIN  
    10 menit  60 Menit  120 menit   
  bebas 0,1  Rp   9,024   Rp    45,180   Rp    90,360   
  Simpati PeDe 1/2   Rp 36,000   Rp  216,000   Rp  432,000   
  Mentari   Rp 32,000   Rp  192,000   Rp  384,000   
  3 Hutch   Rp 20,000   Rp  120,000   Rp  240,000   
           

Tabel pertama, adalah tarif on net ke sesama oparator. Sedangan tabel kedua adalah tarif offnet ke operator lain.
Dari data tabel tersebut bisa dilihat bahwa XL bebas, kartu yang dikeluarkan oleh PT Excelcomindo Pratama, Tbk., ini menunjukkan keunggulan tarif murah perdetik dan hemat apabila durasi percakapan ke sesama XL di bawah  60 menit (1 jam). Sedangkan tarif ke operator lain pada menit ke berapapun memang lebih murah dibanding operator lain. Sayang program hanya berlaku sampai April 2008 (http://www.xl.co.id/Bebas/Tarif_Termurah_bebas/).

Simpati PeDe, kartu yang dikeluarkan oleh PT. Telkomsel ini menunjukkan keunggulan untuk tarif murah per detik dan hemat apabila percakapan dilakukan hanya dilakukan ke sesama produk Telkomsel dengan durasi percakapan di atas 60 menit (1 jam), namun justru memiliki tarif paling tinggi untuk panggilan ke operator lain (http://www.telkomsel.com/web/tarif).

Mentari, kartu yg dikeluarkan oleh PT. Indosat, Tbk., ini menunjukkan keunggulan tarif hanya ke sesama produk Indosat pada 1 menit pertama saja.
Terakhir Mentari mengeluarkan program promo baru, ngobrol gratis 1 menit pertama. Tapi ada syarat ketentuan seperti biasa, misalnya isi ulang minimal 10 ribu. Hanya bisa dipake jam 5 pagi sampe jam 5 sore, dan hanya bisa dipake ke 5 temen on net, dan gak bisa interlokal.
Namun gratis 1 menit pertama hanya berlaku sebanyak 20 x sehari untuk area luar jawa (panggilan di pulau jawa maksimal 10 kali). Dan, tarif Mentari ke sesama tergolong paling mahal untuk hari SENIN, SELASA, RABU dan KAMIS.

Three (3), dari PT. Hutchison CP Telecommunication posisinya agak serba nanggung. Mereka hanya menunjukan keunggulan ke sesama 3 dengan durasi percakapan pada 10 menit pertama saja. Namun, 3 menjuarai kelas SMS dengan tarif termurah Rp 100,- ke semua operator.

Sudah kelihatan kan posisinya. Tapi ingat masih ada CDMA yang juga menawarkan tarif yang jauh lebih murah, bahkan gratis.
Jangan-jangan malah jadi tambah bingung nih, hehehe…

rifkahakim (Februari 200 8)

Ditulis dalam hot news | yang berkaitan: | 3 Komentar »

Harry Potter and the Deathly Hallows versi Indonesia

Ditulis oleh rifkahakim di/pada 23 Januari, 2008

Ditulis dalam e book | yang berkaitan: | 6 Komentar »